|
Wisata Jajanan
- Dago
- Cilaki
- Karapitan
- Burangrang
- Cisangkuy
- Citarum
- Gardujati
- Astana Anyar
- Cibadak
- Otista
- Gatot Soebroto
- Cicadas
- Kosambi
Berjenis-jenis makanan tradisional Bandung terkenal sampai ke luar
kota. Keunikan makanan Bandung tak cuma terletak pada rasanya, nama-namanya
pun tak mau kalah. Sebut saja: peuyeum, colenak, surabi, comro,
cilok, cireng, misro, dan bala-bala. Itu belum termasuk lotek, karedok,
bajigur, bandrek, awug, batagor, gehu, bacang, dan sederet daftar
panjang lainnya. Perhatikan bahwa semua nama itu terdengar begitu
merakyat, jenaka, dan kocak --persis seperti watak orang Sunda pada
umumnya.
Bandung adalah juga tempat yang terbuka bagi makanan-makanan khas
dari daerah lainnya. Hampir semua makanan khas tumplek blek
di sini. Mulai sate padang, pempek palembang, taleus bogor, tahu
sumedang, dodol garut, sampai martabak bangka, baso malang, dan
nasi rawon dari Jawa Timur pun mudah ditemui di berbagai tempat.
Kebanyakan jajanan Bandung dijual pedagang kakilima yang biasanya
mangkal di pusat-pusat keramaian seperti daerah Dalem Kaum, Karapitan,
Burangrang, Gardujati, Cibadak, Astana Anyar, Otista, Pasar Baru,
Dago, Cihampelas, Gatot Subroto, Cilaki, Kosambi, Cicadas, dan banyak
lagi. Pendek kata, hampir setiap ruas jalan di Bandung tak akan
lengang dari pedagang kaki lima yang biasanya hanya bermodalkan
gerobak dorong atau tenda seadanya.
Satu fenomena yang lumayan ngetrend adalah pedagang-pedagang kagetan
yang muncul setiap hari Minggu pagi ketika sebagian orang Bandung
berdatangan ke suatu tempat untuk berolah raga. Pemandangan Minggu
pagi yang riuh dimana orang yang berolah raga, pengunjung biasa,
maupun pedagang yang berjubel bisa disaksikan di Lapangan Gasibu,
Lapangan Pajajaran, Punclut, dan Jatinangor (sebetulnya masuk wilayah
Sumedang).
Selain jajanan rakyat yang murah meriah, Bandung terkenal juga dengan
jajanan wong menaknya, semisal soes Merdeka dan molen Kartika
Sari. Para pelancong luar kota golongan menengah ke atas biasanya
tak bakal lupa membawa oleh-oleh soes dan molen buat keluarga di
rumah.
Tempat jajanan lainnya yang juga lekat dengan kota Bandung adalah
bubur ayam Mang Oyo yang menyajikan bubur ayam lengkap dengan ati
ampela, telur, dan cakue. Tempat yang tenar di kalangan anak muda
adalah Cisangkuy yang terkenal dengan yoghurtnya (susu fermentasi).
Agak ke utara, menuju ke daerah Lembang yang menyediakan sate kelinci,
jagung dan pisang bakar, Anda bisa mampir sebentar ke Sumur. Awas,
ini bukan sumur sembarang sumur. Sumur yang dimaksud adalah singkatan
dari Susu Murni. Tempat jajan ini cocok untuk kumpul-kumpul bersama
kawan. Di sana tersedia beragam rasa susu murni dan yoghurt plus
makanan lainnya. Tapi sebelum mampir ke sana, sisihkan sebagian
kocek Anda buat menikmati sepotong surabi hangat serba rasa di pinggir
Jl. Setia Budi. Mau isi oncom, keju, coklat, atau lainnya, Anda
tinggal pilih.
Anda yang ingin makan di restoran, Bandung menyuguhkan banyak tawaran.
Dari restoran masakan khas Sunda (Ponyo, Saung Kuring, Panyileukan,
Sari Parahiyangan, Sindang Reret); restoran masakan Cina di
sepanjang jalan Sudirman, Braga, Naripan, dan Trunojoyo; restoran
Eropa di daerah Sukajadi dan Ciumbuleuit (misalnya restoran Glosis);
sampai restoran Jepang, Korea ; semua ada.
Jadi, satu hal yang perlu Anda lakukan begitu memasuki Bandung:
siapkan perut Anda untuk lapar. Selamat makan!
|